Tadi pagi ujian farmasi, yahh berangkat dari rumah sudah dengan kesadaran penuh bahwa memang aku kurang persiapan. Jadi waktu diumumkan harus up, hanya bisa pasrah. Tapi ada yang beda di ujian kali ini, di saat hampir semua temenku ngeluh karena begitu gejenya stase ini, aku justru mulai menemukan semangat jadi dokter lagi di sini. Setelah sekian lama merasa depresi harus bergumul dengan orang-orang yang lemah, suasana kerja yang depresif dan individualis, sekarang akhirnya semangat itu muncul kembali. Menemukan diagnosis yang tepat dan mencari terapi yang paling tepat itu menarik. It's like playing inside the puzzle itself. Feel so real and fun!
"Kedokteran adalah bisnis kepercayaan" kata salah satu dosenku. And it almost impossible to be a doctor and not interact with a patient. Dokter ada karena ada pasien kan? ;) Saat ini aku sadar aku masih belum mempunyai jiwa dokter yang sesungguhnya. Sometimes, I see the patient as puzzles pieces needed to be solved. Sometimes, I still forget that they are human being, same like us. Tapi apapun itu, aku bersyukur bahwa Allah masih memberiku pencerahan (and not letting me blind) =)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar