Aku suka membaca. Aku suka memahami. Aku suka terinspirasi. Tapi kenapa setiap kali ingin menulis dan bercerita, yang ada lidahku jadi terbata-bata, otakku seperti asing dengan tulisan dan melempem saja mematung. Mungkin inikah apa yang disebut unfinished business? My unfinished business. Keinginan masa lalu untuk bisa menghasilkan sesuatu lewat tulisan sekarang terasa...stuck. Entahlah, apa yang hilang. Atau, seperti ada yang hilang dan perlu kucari di masa lalu supaya bisa hidup kembali. Cahaya itu, (huh, bad translation), i prefer call it "spark". Yes. The spark. The spark to inspire. To be inspired. To keep alive and live. Mana itu sekarang kok tak ada?
Senang rasanya kalau googling sesuatu dan terdampar di blog-blog orang yang tulisannya mencerahkan. Bukan sekedar puitis, galau atau picisan. Tapi berisi, bermakna, dan indah. Buah pemikiran dan penghayatan si penulis tentang apa saja, hidup, rutinitas, bahkan cinta yang tak sekedar romantis. Seperti membaca Dunia Sophie untuk pertama kalinya. Penuh ketidakmengertian, kepura-puraan untuk paham, pastinya takjub. Ada ya kepala orang dengan isi semenarik itu? Atau bayangkan pertama kali membaca ksatria, putri dan bintang jatuh dan pamer ke semua orang bilang kalo bukunya bagus banget. Padahal 80% isinya tak kau mengerti. Dan itulah yang ingin aku temukan, ketakjuban dalam ketidakmengertian, tapi 100% merasa.
Sekarang ini banyaknya berlogika dan berencana. Sebagai istri yang harus direncanakan banyak, kebutuhan bulanan, program anak, asuransi dan investasi, di samping keinginan untuk liburan. Ada rejeki dikit mau dibelanjakan itu takut-takut, penuh perhitungan dan keragu2an. Akhirnya kalau lagi sumpek malah dihambur2kan gak jelas dan frustasi lagi karena keuangan masih berantakan. Ruang untuk berkreasi jadi sempit. Belum menemukan cara agar bisa berjalan paralel dan seimbang. Karena yang berjalan sempurna hanyalah Dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar