Ini bukan tentang apa2, hanya sebuah pembelajaran, bahwa hidup itu gak kekal. Jadi seharusnya, semua masalah gak perlu sampai me"neraka"kan hidup yang sedang kita jalani. Kerikil pasti ada, batu2 licin yang membuat terpeleset, pasir2 halus yang membuat sesak, ya akan terus ada. Tapi semuanya pasti berlalu. Lecet ya sudah, sesak ya gakpapa, tinggal hirup napas panjang dan syukuri nikmat lain yang masih ada. Toh lecet itu juga anugrah karena masih diberi kehidupan...
Tiga bulan lebih di divisi baru ini sebetulnya banyak sekali kerikil tajamnya, yang masih membuat semangat hanyalah niat belajarku saja. Seperti sekolah lagi, banyak sekali ilmu yang didapat, yang mungkin gak akan pernah bisa aku dapetin kalau aku kerja di rumah sakit yang lebih mapan. Aji mumpung sih ceritanya, tapi niatku insya Allah tulus, mencoba membantu dengan semua kemampuanku. Kalau sudah dicoba dan masih terus jatuh, lecet, dan malah merepotkan orang2, ya mungkin itu saatnya keluar, tapi semoga jika saat itu tiba, Allah kasih petunjuk, sehingga bisa tahu langkah yang tepat, yang membawa kebaikan untuk diri sendiri dan keluarga. Insya Allah...
Hablumminannas...terkadang terpikir, di mana letak salahku di mata-Nya sehingga habluminnannas itu sering terasa sulit?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar